Score – Okuhara merah tiket semifinal seusai menaklukkan wakil tuan rumah, Gregoria Mariska Tunjung, dua gim langsung, 22-20, 21-11 pada pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/1/2024).

Hasil laga ini membuat pemain 28 tahun itu unggul 5-2 dalam rekor pertemuan dengan Gregoria.

Okuhara tampil menekan sejak awal gim pertama. Gregoria mencoba mendorong Okuhara ke belakang dengan bola-bola lob sebelum menghabisi dengan dropshot silang yang menjadi andalannya.

Akan tetapi, Gregoria kurang solid dalam reli panjang. Kesalahan sendiri dilakukannya sehingga tertinggal di awal.

Gregoria lebih efektif dengan serangan cepat. Dari ketertinggalan 2-4, Gregoria menyamakan di 6-6, 7-7, dan 11-11.

Okuhara sulit untuk dimatikan. Walau peringkatnya turun jauh karena cedera, pemenang medali Olimpiade itu bukan lawan yang mudah.

Bermain sabar dan ulet, beberapa kali Okuhara mempersulit Jorji dengan pengembaliannya, utamanya dengan netting.

Setelah skor kembali sama kuat di 14-14, Okuhara meninggalkan Gregoria lagi hingga unggul tiga angka di 16-19.

Gregoria mencoba melawan dengan terus menekan. Skor akhirnya disamakan di 20-20.

Apes, niat Jorji untuk menyerang di reli-reli berikutnya justru gagal. Dua poin berikutnya jatuh ke tangan Okuhara untuk mengunci gim pertama.

Gim kedua tidak berjalan seperti harapan Gregoria. Kesalahan beruntun dilakukannya sehingga sudah tertinggal 0-4.

Sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-4, Gregoria bahkan kembali tertinggal jauh.

Permainannya tidak berkembang setelah terbawa pola Okuhara. Bola-bola depan kembali menjadi mimpi buruk Gregoria.

Gregoria sama sekali tak berkutik hingga Okuhara menandai interval gim dengan keunggulan besar 3-11.

Okuhara bahkan makin berada di atas angin saat keran poinnya tak berhenti mengalir hingga skor 7-19.

Sebuah pengembalian silang dari Gregoria yang terlalu melebar menjadi aksi penutup dari laga selama 41 menit ini.

Baca Juga  Indonesia targetkan tiga emas dari bulu tangkis Asian Games Hangzhou

“Siapa yang mencetak poin disini, dialah yang didukung. Saya tidak merasa tertekan bermain di Istora.”

Mantan tunggal putri nomor satu dunia itu pernah merasakan perjuangan dari bawah dengan mengikuti turnamen level Super 100 karena peringkatnya turun.

Hantaman berbagai cedera membuat dia sempat absen dari persaingan tunggal putri dunia.

“Saya banyak mengalami cedera, mulai cedera engkel, lutut, betis. Pertama cedera ACL, setelah sembuh lanjut ke betis. Setelah mengikuti pertandingan saat bertanding, saya cedera lagi,” tutur Okuhara.

“Akhirnya saya bepikir, lebih baik full recovery sampai benar-benar bisa bermain, jangan sampai cederanya kambuh lagi.”

“Jadi saya berpikir tidak apa-apa rankingnya merosot, setidaknya sampai saya siap bertanding. Kalau sudah siap, saya coba lagi saja,” kata Okuhara sambil tersenyum.

Saat peringkatnya merosot, Juara Dunia 2017 itu tidak ambil pusaing harus tampil di turnamen bawah.

“Yang penting, saya bermain bulu tangkis. Apalagi, saya sudah merasa senang karena sudah bisa bertanding dengan pemain top dan sudah merasa lebih percaya diri meski saya khawatir cedera akan kambuh lagi,” aku Okuhara.

Saat melawan Gregoria, Okuhara tidak menyangka tidak hasil poinnya jauh pada gim kedua.

“Saya merasa fokus saya lebih baik daripada Gregoria karena pada gim kedua saya tidak berpikir apa-apa karena saya sudah dapat gim pertama. Saya merasa lebih fokus permainannya pada gim kedua,” kata peraih perunggu Olimpiade Rio 2016 itu.

“Pada gim kedua, Gregoria lebih sulit mengendalikan laju angin di lapangannya. Jadi, saya ambil kesempatan mengambil poin. Tidak menyangka bisa sejauh itu meski saya tidak terlalu memikirkannya.”

Saat turun ke turnamen Super 100 demi memperbaiki peringkatnya, Okuhara tidak berkecil hati.

Baca Juga  Martin rebut pole MotoGP Jepang, Bezzecchi bangkit dramatis

“Saya tidak merasa down karena di Jepang, bisa dibilang saya yang mentalnya paling kuat,” aku Okuhara.

“Mau ada cedera, tiba-tiba rankingnya turun atau performance buruk, saya merasa selagi masih ada keinginan bermain bulu tangkis, percaya dengan diri sendiri bisa kembali ke performa terbaik itu pasti ada kemungkinan (naik peringkat).”

“Tetapi, bukan dari diri saya sendiri, ada staf yang ada di sekeliling saya dan sangat membantu saya untuk percaya diri lagi.”

“Selama tidak cedera parah lagi, saya merasa masih bisa ikut Olimpiade dan mengikuti persaingan tunggal putri sekarang.”

Okuhara saat ini menduduki peringkat ke-23 dunia. Pada babak semifinal, Sabtu (27/1/2024), Okuhara akan berhadapan dengan rekan senegara, Natsuki Nidaira.

Nidaira yang berada di peringkat ke-34 dunia membuat kejutan seusai menumbangkan Ratu Bulu Tangkis Thailand, Ratchanok Intanon, pada perempat final dengan skor 21-16, 21-12.