SCORE.CO.ID – Kekalahan timnas Garuda muda di piala dunia U17 membuat staff, pelatih, dan penggemar kecewa. Pasalnya semua persiapan sudah disiapkan dengan baik juga kondisi pemain bahkan mentalitas juga sudah dipersiapkan dengan baik.

Nyatanya itu semua belum cukup, terlebih hasil yang tak sesuai juga membuat kecewa. 

Timnas Garuda diperkuat oleh pemain mudah berkualitas seperti Amar Brkic, Arkhan Kaka, dan Dwijangge, tetapi itu masih belum cukup untuk bisa setidaknya lolos ke babak 16 besar.

Hanafing selaku Dirtek Safin Pati Sports School angkat bicara soal nasib timnas Indonesia.

“Jadi salah satu cara ini ( Timnas U17 Indonesia ) jangan dibubarkan, dibina untuk jangka panjang,” katanya.

Hanafing menilai timnas Garuda punya kemampuan lebih dari senior, mereka seharusnya diberi menit lebih juga laga lebih.

“Entah diikutkan di elite pro academy, atau dititipkan di klub-klub liga 1 yang punya pembina akademi yang bagus, misalnya ke akademi Persija, disana kan akademinya bagus,” tambahnya lagi.

Menurutnya, dengan begitu atlet muda Indonesia tak perlu khawatir dengan menit jam bermainnya. Juga ke depannya akan semakin bagus bermain.

Hafing juga mengomentari keluhan netizen mengenai fisik pemain timnas Garuda dimana mereka mudah lelah.

“Jadi kalo bicara soal fisik, itu kalo orang yang tidak paham, pasti menyalahkan timnas ini, padahal fisik sudah terbentuk ketika usia 13-14 tahun, dilihat kuat atau tidak fisiknya. Makanya mengapa perlu akademi biar bisa dilihat juga soal fisik,” jelasnya lagi.

“Seharusnya udah dapat yang bagus, endurance bagus, pola.makan bagus, istirahat bagus, pasti dapat fisik yang bagus gak mungkin ada problem,”, tutupnya.

Dengan pernyataan tegas itu membuat netizen geram, bahkan ada yang tidak setuju dengan pendapat dari pria berusia 53 tahun itu.

Baca Juga  FIFA Hanya Berikan Sanksi Penangguhan Bermain Pada Pemain Ilegal Prancis U-17

Timnas U17 sebenarnya tidak kalah dari fasilitas, nutrisi, dan juga latihan fisik, semua sudah didanai oleh pemerintah bahkan nominalnya tidak kaleng.

Itu merogoh uang berjumlah fantastis, tak sedikit juga mengenai pembinaan yang sudah cukup baik.

“Bubarkan saja, ngabisin anggaran negara, skillnya dibawah rata-rata, tidak ada perkembangan.” tulis netizen.