SCORE.CO.ID
 – Bung Towel alias Tommy Welly mempertanyakan kualitas STY alias Shin Tae Young selama ini yang menjadi pelatih timnas Indonesia senior.

Mengingat dua laga terakhir Timnas Garuda selalu Gatot alias gagal total, Tommy Welly menganggap semua pernyataan STY itu bertentangan.

Pengamat sepak bola berusia 52 tahun itu meradang sebab STY tidak memberikan hasil yang baik untuk timnas Indonesia.

Memberikan 2 Pesan Menohok

“Jadilah orang bola yang sejati. Jangan berlindung di balik netizen. Jangan branding pencitraan yang muluk-muluk kita lihat hasilnya kok,” kata Bung Towel dilansir dari tayangan Youtube Sportify Indonesia, Rabu (29/11/2023).

“Dia bilang saya Guus Hiddink-nya untuk timnas Indonesia. Banyak rekam jejaknya. Jadi bagi saya branding dia itu nggak penting,” tambahnya lagi.

Bahkan Bung Towel mengamati semua keinginan STY dengan PSSI merekrut pemain naturalisasi. Menurutnya itu hanya menutupi kekurangan yang ada pada Shin Tae Young.

“Jangan bikin dikotomi, pecah belah sepak bola Indonesia dengan pemain naturalisasi. Jadi pelatih yang fairplay. Rendah hatilah, bergaullah dengan insan-insan sepak bola Indonesia,” jelasnya. 

“Lihat nanti, Saya sangat menggugah esko PSSI agar cerdas, sebelum lanjutan kualifikasi bulan Maret itu ada Piala Asia dan itu grupnya lebih berat; Ada Vietnam, Irak, Jepang,” tutupnya.

Saat Bung Towel Diwawancarai

Setelah memberikan pesan menohok, Bung Towel juga memberikan komentar saat diwawancarai.

Mengutip dari fanpage ” Berita Timnas Indonesia 2023 dan Sepakbola Dunia, Bung Towel makin geram dengan STY.

“Katanya Indonesia sudah di level Asia, nyatanya koyak 5 gol dan main setengah lapangan melawan Irak.”

“Begini, STY sudah meminta banyak hal 

termasuk pemain naturalisasi untuk bersaing di Asia. Ada banyak narasi yang mengabaikan level Asia Tenggara, dan mengatakan level kita. Ternyata Indonesia koyak 5 gol dan diserang habis-habisan. Sampai ada gol bunuh diri karena tekanan dari.”

Baca Juga  Ini Alasan Getafe Hapus Nama Alfonso Perez dari Stadion Utamanya 

“Jadi pernyataannya, mana strategi Shin Tae Young untuk mengantisipasi. Jelang pertandingan, Shin Tae Young sudah memiliki cara meredam Irak, bukan mengatasi Irak. Boro-boro 1 poin mainnya hancur dan kebobolan lima gol.”

“Saya sebagai pengamat sepakbola mempertanyakan pernyataan STY sebelum pertandingan yang ternyata realitnya paradoks ( bertentangan ),” tutupnya.