Rival Real Madrid Selain Barcelona yang Sengit

Jelajahi persaingan epik Real Madrid dengan rival lain di luar Barcelona.

Rival Real Madrid Selain Barcelona yang Sengit
Rival Real Madrid Selain Barcelona yang Sengit

Rival Real Madrid Selain Barcelona

score.co.id – Real Madrid tak hanya identik dengan persaingan abadi melawan Barcelona dalam El Clásico. Sebagai klub dengan 15 gelar Liga Champions dan 36 trofi La Liga, Los Blancos juga terlibat rivalitas sengit dengan sejumlah tim lain yang tak kalah memanas. Mulai dari derby lokal di Madrid hingga duel kontinental melawan raksasa Eropa, setiap pertemuan selalu diwarnai tensi tinggi, sejarah kelam, dan ambisi untuk membuktikan dominasi. Dalam artikel ini, kami mengupas empat rival utama Real Madrid selain Barcelona yang terus menantang mereka di lapangan.

Atlético Madrid: Derbi Madrileño yang Tak Pernah Padam

Persaingan antara Real Madrid dan Atlético Madrid bukan sekadar pertarungan antar klub sekota. Ini adalah konflik identitas, politik, dan ambisi yang telah berlangsung hampir seabad.

Akar Historis dan Perbedaan Identitas

Derbi Madrileño pertama terjadi pada 2 Desember 1928, dengan kemenangan 3-0 untuk Real Madrid. Namun, rivalitas ini baru benar-benar memanas di era modern, terutama sejak kebangkitan Atlético di bawah Diego Simeone. Real Madrid kerap dianggap sebagai simbol elitisme dan kekuatan politik Spanyol, sementara Atlético mewakili semangat kelas pekerja yang gigih. Perbedaan ini kerap tercermin dalam gaya permainan: Los Blancos sering mengandalkan bintang-bintang mahal, sedangkan Los Colchonos dikenal dengan taktik defensif dan mental “never give up”.

Statistik dan Momen Tak Terlupakan

Hingga Februari 2025, kedua tim telah bentrok lebih dari 230 kali. Real Madrid unggul dengan 112 kemenangan, tetapi Atlético berhasil mencuri gelar La Liga pada 2013-14 dan 2020-21. Dua final Liga Champions 2014 dan 2016 menjadi puncak persaingan, di mana Real Madrid menang melalui drama babak tambahan dan adu penalti. Namun, Atlético membalas lewat kemenangan 4-2 di Piala Super UEFA 2018.

Persaingan di Musim 2024-25

Pada duel terakhir di Stadion Santiago Bernabéu, kedua tim bermain imbang 1-1. Atlético tetap menjadi ancaman serius di klasemen La Liga, hanya terpaut 4 poin dari Real Madrid. Kematangan pemain muda seperti Pablo Barrios dan kepemimpinan Antoine Griezmann membuat pertarungan di sisa musim ini semakin menarik.

Baca Juga  Optimis ke Piala Dunia U-20 2025, 26 Pemain Timnas U-20 Indonesia Berangkat ke Qatar

Athletic Bilbao: El Viejo Clásico yang Sarat Makna Politik

Sebelum Barcelona, Athletic Bilbao adalah rival pertama Real Madrid. Dijuluki El Viejo Clásico, persaingan ini mencerminkan ketegangan antara pusat kekuasaan Spanyol dan semangat kebangsaan Basque.

Dari Final Copa del Rey ke Konflik Ideologi

Pertemuan pertama mereka terjadi di final Copa del Rey 1903, dengan kemenangan 4-2 untuk Athletic. Di era Francisco Franco, rivalitas ini semakin panas karena tekanan pemerintah terhadap budaya Basque. Athletic Bilbao, yang hanya merekrut pemain berdarah Basque, menjadi simbol perlawanan terhadap sentralisasi Madrid.

Rekor dan Momen Bersejarah

Dari 240 pertemuan, Real Madrid memimpin 130 kemenangan. Tapi Athletic mendominasi di awal abad ke-20, memenangkan 8 Copa del Rey sebelum 1950. Salah satu momen ikonik terjadi pada 1920, ketika Athletic menang 1-0 di final Copa del Rey di tengah ketegangan politik. Di era modern, kemenangan 1-0 Athletic di perempat final Copa del Rey 2022 membuktikan rivalitas ini masih hidup.

Dinamika Terkini

Meski jarang bersaing di papan atas La Liga, pertemuan dengan Athletic selalu jadi laga panas. Dukungan fanatik suporter di San Mamés dan semangat permainan fisik membuat Real Madrid kerap kesulitan. Pada laga terakhir Januari 2025, Los Blancos hanya menang 2-1 lewat gol telat Jude Bellingham.

Bayern Munich: Der Klassiker Eropa yang Penuh Drama

Jika di Spanyol ada El Clásico, di Eropa ada duel Real Madrid vs Bayern Munich yang dijuluki Der Klassiker Eropa. Dua raksasa ini kerap bentrok di fase knockout Liga Champions, menciptakan momen-momen legendaris.

Sejak Era Beckenbauer vs Di Stéfano
Pertemuan pertama terjadi di semifinal Liga Champions 1976, dengan kemenangan agregat 3-1 untuk Bayern. Sejak itu, kedua tim saling menjegal di ajang Eropa. Franz Beckenbauer (Bayern) dan Alfredo Di Stéfano (Real Madrid) menjadi ikon rivalitas di era 70-an, sementara Cristiano Ronaldo dan Robert Lewandowski melanjutkan tradisi ini di abad ke-21.

Baca Juga  Tiga Pemain Guinea Yang Wajib Diwaspadai Timnas U-23 Indonesia

Statistik dan Laga Epik
Dari 26 pertemuan di Eropa, Real Madrid unggul 12-11. Kemenangan paling dramatis terjadi di semifinal 2012, ketika Los Blancos menang lewat adu penalti meski gagal mengeksekusi dua penalti oleh Ronaldo dan Sergio Ramos. Di sisi lain, Bayern membalas dengan kemenangan 4-0 di Allianz Arena pada 2014.

Prospek Pertemuan di Musim Ini
Hingga Februari 2025, Real Madrid dan Bayern belum bertemu di musim ini. Namun, keduanya berpotensi bersenggolan di babak 16 besar Liga Champions. Dengan kedatangan pemain seperti Kylian Mbappé di Madrid dan Joshua Kimmich yang masih setia di Bayern, duel ini diprediksi akan kembali memicu ketegangan.

Juventus: Duel Raja-Raja Eropa

Real Madrid dan Juventus adalah dua klub tersukses di Eropa, dengan total 17 trofi Liga Champions di antara mereka. Setiap kali bertemu, yang dipertaruhkan bukan hanya tiket ke babak berikutnya, tapi juga kebanggaan sebagai legenda kontinental.

Rivalitas yang Diwariskan Generasi ke Generas

Pertemuan pertama terjadi di Piala Eropa 1962, dimenangkan Real Madrid dengan agregat 3-1. Rivalitas ini semakin sengat setelah transfer kontroversial Cristiano Ronaldo ke Juventus pada 2018. Gol spektakuler CR7 saat masih berbaju Los Blancos di Turin pada 2018 bahkan membuat suporter Juventus bertepuk tangan.

Momen yang Membekas

Final Liga Champions 1998 menjadi sejarah kelam bagi Juventus, kalah 1-0 lewat gol Predrag Mijatović. Tapi Bianconeri sempat membalas di final 2017 dengan kemenangan 4-1, meski akhirnya kalah agregat.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Juventus sedang dalam masa transisi pada 2024-25, sementara Real Madrid tetap menjadi favorit juara Liga Champions. Namun, laga uji coba pra-musim lalu yang berakhir 2-2 menunjukkan bahwa I Bianconeri masih bisa menebar ancaman.

Baca Juga  Rekor Absurd Bellingham di Real Madrid, Seorang Gelandang yang Tajamnya Setara Monster Ronaldo dan Di Stefano

Apa yang Membuat Rivalitas Ini Tetap Hidup?

Beberapa faktor menjadikan persaingan Real Madrid dengan klub-klub ini begitu istimewa:

  1. Konflik Identitas: Atlético vs Real Madrid adalah perlawanan kelas pekerja vs elit, sementara Athletic Bilbao melambangkan perlawanan budaya regional.
  2. Pertarungan Prestise: Bayern Munich dan Juventus sama-sama ingin dinobatkan sebagai raja Eropa, sehingga setiap pertemuan adalah ajang pembuktian.
  3. Drama di Lapangan: Gol di menit akhir, kartu merah kontroversial, dan adu penalti menjadi bumbu yang memperpanjang cerita rivalitas.
  4. Faktor Suporter: Tekanan dari suporter yang fanatik memastikan setiap pemain memberikan 100% tenaga, bahkan dalam laga uji coba.

Penutup

Dari panasnya Derbi Madrileño hingga gemuruh Der Klassiker Eropa, Real Madrid terus membuktikan bahwa mereka tak pernah kekurangan lawan sengit. Rivalitas-rivalitas ini bukan hanya tentang tiga poin atau trofi, tapi juga warisan sejarah, harga diri, dan hasrat untuk menjadi yang terbaik. Bagi para penggemar sepak bola, setiap pertemuan adalah tontonan wajib yang menjanjikan emosi tak terlupakan.

Jangan lupa beri tahu kami di kolom komentar: Menurut Anda, rival mana yang paling menantang bagi Real Madrid? Ikuti terus update terbaru seputar dunia sepak bola hanya di score.co.id!