Ujaran Kebencian Ganggu Duel Real Sociedad vs Real Madrid

Ujaran Kebencian Ganggu Duel

Laga Real Sociedad vs Real Madrid di Copa del Rey diwarnai aksi ujaran kebencian oleh fans dan sempat menghentikan pertandingan sebelum akhirnya bisa dilanjutkan.

Insiden di Pertandingan Copa del Rey

Pertandingan antara Real Sociedad dan Real Madrid dalam leg pertama semifinal Copa del Rey sempat terganggu akibat ujaran kebencian yang muncul dari tribun penonton. 

Laga yang berlangsung di Anoeta Stadium itu berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 bagi tim tamu berkat gol Endrick pada menit ke-19.

Insiden terjadi pada injury time babak pertama ketika Raul Asencio melakukan pelanggaran terhadap Ander Barrenetxea dan menerima kartu kuning dari wasit. 

Keputusan ini memicu reaksi keras dari pendukung Real Sociedad yang kemudian melontarkan yel-yel bernada kebencian kepada Asencio.

Sementara itu, Vinicius Junior yang bertindak sebagai kapten Real Madrid melaporkan insiden tersebut kepada wasit. 

Tidak hanya itu, pemain asal Brasil tersebut juga mendapat perlakuan rasis dari sebagian suporter tuan rumah.

Tindakan Wasit dan Peringatan di Stadion

Menanggapi situasi yang terjadi di lapangan, wasit Sanchez Martinez memutuskan untuk menghentikan pertandingan sementara. 

Keputusan ini diambil untuk meredam situasi dan memberikan peringatan kepada para suporter agar tidak mengulangi tindakan serupa.

Pesan yang muncul di layar stadion menegaskan larangan terhadap ujaran kebencian, rasisme, serta sikap intoleran. 

Pihak penyelenggara mengimbau agar semua pendukung memberikan dukungan secara sportif tanpa melecehkan lawan.

Setelah situasi dianggap lebih kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan hingga babak pertama berakhir. 

Raul Asencio yang menjadi sasaran hinaan akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Lucas Vazquez pada babak kedua.

Pengaruh Psikologis terhadap Pemain

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengungkapkan bahwa pergantian Raul Asencio tidak hanya disebabkan oleh kartu kuning yang diterimanya, tetapi juga karena dampak psikologis akibat ujaran kebencian dari tribun penonton.

Baca Juga  Diego Simeone: Kami Mungkin Mirip, tapi Carlo Ancelotti Jauh Lebih Baik dari Saya

Ancelotti menyatakan bahwa seorang pemain bisa terpengaruh secara mental ketika mendapat hinaan yang berlebihan, terutama jika mengandung ancaman serius. 

Dalam kondisi seperti ini, keputusan untuk menarik keluar pemain dianggap sebagai langkah terbaik demi menjaga stabilitas tim di lapangan.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa ujaran kebencian di dunia sepak bola masih menjadi masalah serius. 

Berbagai pihak terus berupaya untuk menekan perilaku tidak sportif ini demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi semua pemain serta penggemar sepak bola.