Sanksi Berat untuk Persija Jakarta
SCORE.CO.ID – Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit setelah mendapatkan sanksi berat berupa larangan menggelar empat laga kandang dengan kehadiran penonton.
Hukuman ini diberikan sebagai akibat dari insiden yang terjadi saat pertandingan melawan Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2024/25.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan ini setelah menggelar sidang terkait insiden tersebut.
Pertandingan antara Persija dan Persib pada pekan ke-23 Liga 1, yang berlangsung pada 16 Februari, diwarnai insiden yang tidak diinginkan.
Beberapa suporter Persib mengalami serangan baik di dalam maupun di luar stadion.
Selain itu, insiden pelemparan terhadap pemain Persib, Tyronne del Pino, menyebabkan cedera di bagian pelipisnya.
Kejadian ini semakin diperparah dengan penyalaan flare dalam jumlah banyak, pelemparan botol air mineral, dan gangguan di hotel tim Persib.
Hukuman Tanpa Penonton di Laga Kandang
Komdis PSSI menetapkan bahwa Persija Jakarta tidak diperbolehkan menyelenggarakan laga kandang dengan penonton sebanyak empat pertandingan.
Selain itu, klub ibu kota ini juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp220.000.000,-.
Keputusan ini tentu menjadi pukulan berat bagi tim, mengingat dukungan suporter dalam laga kandang sangat penting untuk performa di lapangan.
Dengan adanya sanksi ini, Persija harus berjuang tanpa kehadiran suporternya dalam beberapa laga kandang sisa musim ini.
Klub hanya memiliki lima laga kandang tersisa di Liga 1, yaitu menghadapi PSIS Semarang (4 Maret), Arema FC (9 Maret), Persebaya Surabaya (12 April), Semen Padang (27 April), dan Bali United (10 Mei).
Kehilangan dukungan langsung dari suporter tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam mempertahankan posisi di papan atas klasemen.
Persija Menjalani Sisa Musim
Bermain di kandang tanpa kehadiran penonton bukan hanya berdampak pada semangat tim, tetapi juga berpengaruh terhadap pemasukan klub.
Pertandingan besar melawan tim seperti Arema FC dan Persebaya Surabaya biasanya menarik banyak penonton, yang berarti kehilangan potensi pendapatan dari penjualan tiket.
Situasi ini tentu menjadi kerugian tersendiri bagi klub dalam mengelola keuangan.
Selain faktor finansial, absennya dukungan langsung dari tribun juga dapat mempengaruhi performa tim.
Dalam kondisi normal, dukungan suporter bisa menjadi dorongan moral bagi pemain untuk tampil lebih baik.
Oleh karena itu, tim pelatih dan manajemen perlu mencari cara untuk menjaga motivasi pemain agar tetap fokus dalam menghadapi sisa laga kandang musim ini.
Persija Jakarta kini harus menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan performa di tengah sanksi yang dijatuhkan.
Tanpa dukungan suporter di laga kandang, klub harus menemukan strategi baru agar tetap kompetitif dalam persaingan Liga 1.