Pelatih Persis Solo Ingin Ramadhan Sananta Perbaiki Emosi

Pelatih Persis Solo Ingin Ramadhan Sananta Perbaiki Emosi

Pelatih Persis Solo Ingin Ramadhan Sananta Perbaiki Emosi
Pelatih Persis Solo Ingin Ramadhan Sananta Perbaiki Emosi(c) SCORE.CO.ID/Jurnalis T
SCORE.CO.ID – Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, kecewa setelah melihat reaksi yang diperlihatkan anak asuhnya, Ramadhan Sananta, saat ditarik keluar lebih cepat dalam duel melawan Bali United pada pekan ke-26 BRI Liga 1 2024/2025.

Ramadhan Sananta terlihat amat emosional ketika ditarik keluar pelatih Ong Kim Swee. Dia sempat terlihat menyepak botol minuman di bench pemain Persis Solo, hingga akhirnya memutuskan untuk masuk ke ruang ganti.

Ong Kim Swee cukup memahami apa yang dirasakan pemainnya tersebut. Padahal di sisi lain, dia juga harus berhitung dengan strategi pergantian pemain yang dilakukan secara tepat dan cermat.

“Ini hal yang biasa. Kalau seorang pemain yang dikeluarkan tidak marah, itu berarti bahwa mereka tidak mengambil peran. Saya juga memiliki keterbatasan dari segi pemain asing,” ujar Ong Kim Swee.

“Saya tidak boleh menurunkan lebih dari enam pemain asing. Semua pemain asing ini sangat penting. Jadi ini kembali kepada situasi pertandingan di mana saya harus mengubah mengikuti apa yang kami inginkan,” imbuhnya.

Juru taktik asal Malaysia itu berharap, Sananta bisa memperbaiki performanya pada pertandingan berikutnya. Menurut Ong Kim Swee, keputusan dalam melakukan pergantian pemain memang harus diambil.

“Jadi, untuk Sananta yang merasa kecewa karena diganti, dia harus memperbaiki kembali performanya pada pertandingan yang akan datang apabila mendapatkan kesempatan untuk bermain,” ujar OKS.

“Saya harus memilih siapa yang harus saya keluarkan. Karena, saya tidak diperkenankan menggunakan tujuh pemain asing. Itu syarat yang berlaku sesuai dengan regulasi kompetisi. Jadi, dari segi pengaturan taktik dan apa yang kami inginkan, saya terpaksa memilih siapa yang bermain dan siapa yang tidak bermain.” ujarnya.

Baca Juga  Paul Munster Janji Bawa Persebaya Keluar dari Keterpurukan Jelang Pekan ke-21

Ia juga tak mau Sananta mengalami emosi yang bergejolak ketika keputusan wasit merugikan. Terutama mendapat kartu merah.

“Harus bisa jaga sikap, jangan terburu-buru mengambil tindakan merugikan, termasuk emosian seperti ini”, tutup keterangannya.

Laga selanjutnya Persis Solo melawan PSS Sleman pada tanggal 11 Maret 2025 mendatang. Dalam laga ini diharapkan pelatih untuk mengubah strategi oleh penggemar klub.