score.co.id – Paris Saint-Germain (PSG) bukan sekadar klub dengan deretan bintang penyerang seperti Lionel Messi, Neymar, atau Kylian Mbappé. Di balik gemerlap gol dan serangan mematikan, PSG juga menyimpan sejarah panjang tentang sosok-sosok penjaga gawang yang menjadi pilar penting kesuksesan tim. Dari era 1990-an hingga kini, kiper-kiper PSG tak hanya menjadi penjaga mistar, tetapi juga simbol ketangguhan dan dedikasi. Artikel ini akan mengupas profil dan prestasi para kiper legendaris serta modern yang pernah membela PSG, menyoroti kontribusi mereka dalam membangun reputasi klub di panggung Eropa.
Era Kiper Modern: Dari Donnarumma Hingga Navas
PSG kerap menjadi magnet bagi kiper-kiper berbakat dunia, terutama dalam dekade terakhir. Di bawah arahan manajemen yang ambisius, klub ini berhasil merekrut nama-nama besar yang tak hanya andal di level domestik, tetapi juga punya pengalaman internasional.
Gianluigi Donnarumma: Sang Penjaga Masa Depan
Gianluigi Donnarumma bergabung dengan PSG pada Juli 2021 setelah enam tahun membela AC Milan. Meski masih berusia muda, kiper asal Italia ini sudah menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki penjaga gawang seusianya. Donnarumma menjadi bagian penting kemenangan Italia di Euro 2020, sekaligus meraih gelar Pemain Terbaik Turnamen.
Di PSG, Donnarumma kerap bersaing ketat dengan Keylor Navas. Namun, kemampuan membaca permainan dan refleks cepatnya membuatnya perlahan mengambil alih posisi kiper utama. Prestasinya termasuk membantu PSG meraih gelar Ligue 1 dan tampil konsisten di Liga Champions.
Keylor Navas: Kiper Berhati Dingin dari Kosta Rika
Keylor Navas tiba di PSG pada 2019 setelah memenangkan tiga gelar Liga Champions bersama Real Madrid. Kiper asal Kosta Rika ini langsung menjadi andalan berkat ketenangan dan pengalamannya menghadapi tekanan. Navas menjadi kunci saat PSG mencapai final Liga Champions 2020, meski akhirnya kalah dari Bayern München.
Meski kini telah pindah ke Newell’s Old Boys (Argentina) pada 2025, warisannya di PSG tetap dikenang. Navas bukan hanya pemain dengan penyelamatan spektakuler, tetapi juga pemimpin yang mampu mengorganisir pertahanan.
Alphonse Areola: Produk Akademi yang Penuh Perjuangan
Sebagai produk akademi PSG, Alphonse Areola menghadapi tantangan unik: bersaing dengan kiper-keeper berpengalaman. Meski kerap dipinjamkan ke klub seperti Villarreal dan Real Madrid, Areola selalu kembali dengan semangat membara.
Puncak kariernya adalah menjadi bagian skuad Prancis yang juara Piala Dunia 2018. Sayangnya, di PSG, Areola sering kali menjadi pilihan kedua setelah kedatangan Navas dan Donnarumma. Namun, loyalitasnya pada klub tetap menjadi cerita inspiratif bagi pemain muda.
Legenda Mistar Gawang PSG: Dari Sirigu hingga Lama
Sebelum era modern, PSG sudah memiliki kiper-kiper yang menorehkan sejarah. Mereka mungkin tak sepopuler nama-nama sekarang, tetapi kontribusinya tak kalah vital.
Salvatore Sirigu: Sang Pemimpin di Era Kebangkitan
Salvatore Sirigu membela PSG dari 2011 hingga 2017, periode ketika klub mulai bangkit menjadi raksasa Prancis. Kiper asal Italia ini dikenal karena refleks cepat dan kemampuan komunikasi yang baik dengan bek. Di bawah kaptennya, PSG meraih empat gelar Ligue 1 secara beruntun (2013-2016).
Sirigu juga memegang rekor clean sheet terbanyak dalam satu musim (20 clean sheet di Ligue 1 2015-2016). Meski akhirnya digantikan oleh kiper baru, jasanya dalam membangun fondasi kesuksesan PSG tak terlupakan.
Bernard Lama: Ikon PSG di Era 90-an
Bernard Lama adalah legenda hidup PSG. Kiper asal Prancis ini bermain untuk klub dalam dua periode: 1992-1997 dan 1998-2000. Ia menjadi tulang punggung saat PSG meraih gelar Ligue 1 musim 1993-1994 dan Piala Winners Eropa 1996.
Lama dikenal dengan gaya bermain agresif dan kelincahan menyambar bola. Kariernya sempat terancam karena skor doping pada 1997, tetapi ia kembali membuktikan dedikasinya dengan membantu PSG meraih Piala Prancis 1998.
Dampak Kiper PSG dalam Membangun Identitas Klub
Kiper-kiper PSG tak hanya sekadar penjaga gawang; mereka adalah simbol stabilitas dan ambisi klub. Di era modern, Donnarumma dan Navas mencerminkan strategi PSG merekrut bintang internasional untuk bersaing di Eropa. Sementara kiper seperti Sirigu dan Lama menjadi saksi transformasi PSG dari klub biasa menjadi raksasa Prancis.
Kontribusi mereka juga terlihat dari statistik. Misalnya, Navas mencetak 58 clean sheet dalam 108 penampilan di Ligue 1, sementara Donnarumma telah menyelamatkan 78% tembakan yang diarahkan ke gawangnya di Liga Champions. Angka-angka ini membuktikan bahwa kiper PSG selalu berada di level tertinggi.
Penutup
Dari Bernard Lama hingga Gianluigi Donnarumma, setiap kiper PSG membawa cerita dan prestasi unik. Mereka bukan hanya penjaga gawang, tetapi juga bagian dari identitas klub yang terus berkembang. Keberhasilan PSG meraih trofi tak lepas dari peran para kiper yang bekerja keras di belakang layar. Bagi para penggemar, nama-nama seperti Navas, Sirigu, atau Lama akan selalu dikenang sebagai pahlawan yang membawa kejayaan ke Kota Paris.