Hasil Kongres PSSI 2024, Bos Klub Liga 1 Protes Harga Pemain Lokal Naik

Liga Indonesia15 Dilihat
banner 468x60

SCORE.CO.ID – Kongres PSSI berakhir kemarin malam tepatnya pukul 22.00 WIB, dimana banyak hasil yang mengejutkan.

Pertama: Bos Liga 1 Protes Harga Pemain Lokal Naik

banner 336x280

Bos-bos klub Liga 1 buka-bukaan mengenai mahalnya harga pemain lokal setelah kongres tahunan PSSI di Hotel Shangri-La Jakarta, Jakarta Pusat, pada Senin (10/6/2024).

CEO Bali United misalnya yaitu Yabes Tanuri, ketika ditanya tentang regulasi delapan pemain asing, juga bercerita terkait tingginya nilai kontrak nama lokal, bahkan melampaui gaji pesepak bola impor.

“Harga pemain lokal agak tinggi. Beberapa jauh lebih mahal daripada pemain asing. Tapi kami juga melihat, sering bermain atau tidak,” ucap Yabes Tanuri.

“Basically kalau kami melihat, kalau kami mau membeli pemain, atau mencari pemain, tergantung dari kemampuan. Ada harga ada barang. Begitu,” ungkapnya lagi.

 2.  Erick Thohir Ungkap Bakal Gelontorkan Dana Besar

Kedua, Ketua PSSI, Erick Thohir, ingin prestasi sepak bola nasional semakin meningkat. Oleh karena itu, Erick menyebut PSSI bakal menggelontorkan dana Rp 500 juta untuk pembinaan pesepak bola muda kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.

“Kita jangan puas diri. Mata dunia juga terbuka pada kita, di mana Piala Dunia U-17 2023 sukses, FIFA buka kantor di Indonesia, banyak pula event-event yang digelar di Indonesia, tentu tak lupa FIFA dan AFC bagaimana pembangunan training center,” kata Erick Thohir saat membuka Kongres Tahunan PSSI semalam.

“Di mana mimpi kita yang sebelumnya tak pernah terjadi, kini menjadi kenyataan, training center untuk Timnas Indonesia di IKN. Kita harus garap serius bagaimana keberlanjutan benih-benih muda yang ada di grassroot. Karena itu, kita mendukung Asprov dengan programnya. Kita bantu. Sebelumnya Rp 300 juta, kita naikkan jadi Rp 500 juta,” tambahnya.

Baca Juga  Pelatih Persik Target Timnya Wajib Ambil Poin di Kandang

3. Berikut hasil Kongres Biasa PSSI :

1. Mendagri Sinkronisasi Permendagri no.22 tahun 2011 agar APBD bisa digunakan untuk pendanaan Kompetisi sekolah dan sepakbola amatir (Liga 3), tapi bukan untuk klub.

2. Laporan Keuangan PSSI raup pendapatan hampir 700 miliar selama satu tahun terakhir. 300 miliar dari bantuan pemerintah untuk Piala Dunia U-17 dan sisanya dari usaha sendiri. 

3. Dana untuk setiap Asprov naik dari 300 juta menjadi 500 juta per tahun.

4. PSSI cicil utang 20 miliar dari total 90 miliar. Diharapkan lunas 2-3 tahun ke depan.

5. PT LIB dan klub diberi kesempatan review soal kompetisi musim depan (jadwal, regulasi, kuota pemain asing, dll)

6. PSSI Minta PT LIB Langsung Bikin Jadwal kompetisi 3 musim ke depan.

7. Dorong penyelenggaraan Liga 4 dan Liga Wanita

8. Mempererat hubungan PSSI dengan pemerintah lewat ASPROV, klub, melalui kompetisi untuk pelajar di bawah Depdiknas.

banner 336x280