SCORE.CO.ID – Setelah memberikan tanggung jawab besar kepada Cristiano Giuntoli di awal musim ini ketika ia ditunjuk sebagai direktur olahraga baru Juventus.
Rekam jejak Giuntoli yang mengesankan membuatnya mendapatkan peran bergengsi di Juventus, Bianconeri menunjuknya sebagai direktur olahraga bertujuan untuk merebut kembali dominasi Juventus di sepak bola Italia.
Sebagai wajah dari proses pengambilan keputusan Juventus, Giuntoli bertugas mengawasi transfer pemain penting dan akuisisi pemain sekaligus memastikan bahwa keputusan dewan sejalan dengan tujuan jangka panjang klub. Pengaruhnya cukup besar, tetapi penilaiannya masih dalam pengawasan, terutama mengingat kesulitan yang dihadapi baru-baru ini.
Salah satu keputusan besarnya adalah penunjukan Thiago Motta sebagai manajer. Giuntoli membela pilihan ini meskipun timnya mengalami kesulitan di bawah kepemimpinan Motta, tetapi setelah serangkaian hasil yang mengecewakan, Motta akhirnya dipecat.
Sekarang dengan Juventus yang berjuang untuk finis di empat besar, posisi Giuntoli juga bisa terancam.
Laporan yang kami terima dari halaman Gazzetta dello Sport menunjukkan bahwa jika Juventus gagal lolos ke Liga Champions pada akhir musim, Juventus dapat membuat keputusan serupa terkait masa depan Giuntoli.
Tujuan utamanya musim ini adalah mengamankan posisi empat besar, dan kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan konsekuensi baginya, seperti yang terjadi pada Motta.
Harapannya jelas: hasil harus membaik, dan Juventus tidak boleh terus menerus gagal.
Tekanan semakin meningkat pada semua individu di dalam klub, dan Giuntoli, sebagai direktur olahraga, harus memenuhi komitmennya. Jika tim gagal memenuhi target yang diperlukan pada akhir musim, Giuntoli harus membayar harga atas kekurangan klub.
Taruhannya belum pernah setinggi ini bagi direktur olahraga, dan Juventus akan mencermati dengan saksama untuk melihat apakah keputusannya membuahkan hasil seiring berjalannya musim.
Masa depan klub di Eropa bisa sangat bergantung pada tindakan para petinggi. Padahal semua itu tidak ada kaitannya dengan Cristiano Giuntoli, seharusnya pemecatan adalah dilakukan oleh mencari pelatih yang lebih menjanjikan bukan seperti ini.
Bila akhirnya bakal dipecat, Juventus ingin Giuntoli menerima dengan lapang dada, apalagi pemecatan ini menurut manajemen klub sesuai dengan kinerja dia.