Andai AC Milan Bermain Lebih Agresif

Ac Milan

score.co.id – AC Milan menelan pil pahit di kandang Feyenoord dalam leg pertama play-off fase gugur Liga Champions. Meskipun bermain di De Kuip, Rossoneri harus menyerah dengan skor tipis 0-1 setelah gol cepat oleh Igor Paixao di menit ketiga menjadi pembeda kemenangan bagi tuan rumah.

Feyenoord di bawah bimbingan pelatih interim Pascal Bosschaart tampil efektif, menghadirkan performa yang solid. Meskipun Milan menguasai jalannya pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan kuat tim Belanda tersebut. Meski statistik mencatat dominasi Milan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun hasil akhirnya berpihak pada tuan rumah.

Tijjani Reijnders, gelandang Milan, mengakui kehati-hatian timnya terhadap serangan balik yang mematikan dari Feyenoord. Namun, dia juga menyesalkan kurangnya semangat agresif dari timnya dalam pertandingan ini, sebuah aspek yang akhirnya menjadi penentu hasil akhir yang tidak diinginkan.

Feyenoord Tampil Disiplin, Milan Frustrasi

Ac Milan

Gol tunggal Feyenoord lahir dari gebrakan kilat pada menit-menit awal pertandingan. Umpan ajaib dari Gijs Smal sukses dimanfaatkan dengan sempurna oleh Igor Paixao menjadi gol yang mempesona di awal babak pertama.

Keunggulan ini membawa Feyenoord ke posisi yang menguntungkan. Gaya bermain mereka yang teratur, ditambah dengan penampilan gemilang kiper mereka, Timon Wellenreuther, berhasil membuat Milan frustasi dan kerepotan.

Milan terlihat kesulitan dalam mengembangkan serangan yang mematikan. Meskipun mendominasi perolehan bola dan mendapat beberapa peluang, Rossoneri gagal menembus pertahanan kokoh tuan rumah.

Tijjani Reijnders, salah satu pemain Milan, memberikan tanggapannya pasca pertandingan. Dia mengakui bahwa Milan telah menyadari potensi yang dimiliki oleh Feyenoord. Namun, dia juga menyoroti ketidakberanian timnya untuk tampil lebih agresif dalam bermain.

Reijnders Soroti Kurangnya Agresivitas Tim

Ac Milan

Reijnders mengungkapkan keprihatinannya terhadap kurangnya agresivitas tim dalam serangan balik. Dikutip dari situs resmi UEFA, ia merasa perlu meningkatkan intensitas permainan untuk menghadapi lawan. Sang gelandang Belanda pun berkomitmen untuk lebih proaktif dalam mendukung serangan tim. Dalam leg kedua nanti, Reijnders bertekad untuk mengevaluasi penampilannya dan mencari cara agar dapat memberikan kontribusi lebih besar.

Baca Juga  Prediksi Plymouth vs Liverpool 9 Februari 2025

Dengan kebebasan yang dimilikinya, Reijnders merasa seharusnya lebih sering terlibat dalam serangan. Ia menyadari pentingnya perannya dalam memajukan tim dari lini tengah. Berjanji untuk meninjau ulang pertandingan sebelumnya, Reijnders berusaha mencari potensi yang dapat ditingkatkan dari permainannya. Kesempatan di leg kedua nanti dijadikan momen untuk membuktikan kemajuan yang telah ia perjuangkan.

Milan kini dihadapkan pada tugas besar untuk membalikkan keadaan di San Siro dalam waktu seminggu ke depan. Dengan semangat pembaruan yang diusung Reijnders dan timnya, mereka berupaya keras untuk memperbaiki strategi dan kinerja mereka. Semoga upaya keras ini dapat menghasilkan perubahan yang positif dan membawa kemenangan bagi Milan dalam pertarungan mendatang.